Sample Photo

Data Unsur Cuaca

Bank Data dan Informasi Unsur Cuaca Jawa Tengah

Sample Photo

Info Peringatan Dini

Update dalam memberikan informasi peringatan dini cuaca Ekstrim

Sample Photo

Konsultasi

Melayani konsultasi pelayanan permintaan data cuaca / informasi cuaca lainnya

Sample Photo

Dukungan Peralatan

Dilengkapi oleh Taman Alat Konvensional, serta peralatan terbaru yang canggih & modern

SUHU EKSTRIM DI SEMARANG MASIH TERJADI

Meski akan memasuki musim penghujan, suhu ekstrim masih terjadi di area Semarang dan sekitarnya. Pada beberapa hari belakangan, suhu udara lebih dari 35 derajat celcius bahkan lebih. Bahkan pada 8 Oktober lalu, mencapai 37,4 derajat celcius. Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Jateng Reni Kraningtyas mengatakan, suhu ekstrim sering terjadi saat memasuki musim pancaroba atau perubahan musim dari kemarau ke hujan. Saat siang, udara sangat panas sekali, sedangkan malam hari, terjadi hujan deras disertai guntur, serta angin yang bertiup kencang.

”Kami mencatat, suhu tertinggi terjadi pada 8 Oktober lalu yang mencapai 37,4 derajat celcius. Itu termasuk suhu ekstrim. Namun, akan berangsur menurun di akhir bulan, hingga suhu normal sekitar 33-34 derajat celcius,” tutur Reni. Dia menambahkan, pancaroba memang ditandai dengan fluktuasi cuaca yang tinggi. Seperti bila saat siang panas, malam harinya turun hujan lebar. Hal itu menyebabkan frekuensi orang yang menderita penyakit saluran pernafasan atas, seperti pilek atau batuk, relatif meningkat.

Masa perubahan dari musim kemarau ke penghujan juga ditandai dengan perilaku khas beberapa hewan. Salah satunya, Rayap. Mereka akan mencapai tahap dewasa dan keluar dari liang di tanah sebagai laron. Rayap biasanya berterbangan pada pagi dan sore hari.Pada musim pancaroba, hujan lebat biasanya turun malam hari, tetapi belum merata. Hujan di Semarang, belum lama ini berada pada kisaran intensitas 28 mm/jam, bahkan di daerah Ngaliyan mencapai 48 mm/jam. Intensitas hujan di atas 20 mm/jam masuk kategori lebat. Hujan baru akan merata, saat memasuki awal November. Saat itu, hujan tidak hanya terjadi pada malam hari, tetapi juga dapat terjadi pagi, siang atau sore hari. Waktunya juga sangat lama sehingga dapat berpotensi menyebabkan banjir di berbagai daerah.

”Jateng terkena dampak el nino lemah. Hal itu menyebabkan musim hujan mundur satu dasawarsa (10 hari-red). Bila biasanya hujan datang di akhir Oktober, tahun ini mungkin di awal November,” tandasnya

Peta Isohyet Kota Semarang

isohyet

Peta Monitoring Hari Tanpa Hujan

Dry Spell

Peta Indeks Presipitasi Jateng

peta spi

Profil Karyawan / Karyawati Staklim